Fisioterapi Dan Beberapa Hal Yang Harus Dilakukan Pendamping Dalam Penyembuhan Penderita Stroke

Fisioterapi Dan Beberapa Hal Yang Harus Dilakukan Pendamping Dalam Penyembuhan Penderita Stroke

Ada berbagai macam pilihan alternatif terapi stroke di rumah. Entah itu dilakukan dengan mengundang tenaga ahli fisioterapi professional khusus untuk stroke ataupun anggota keluarga lain. Semua pilihan yang ada harus dilakukan secara rutin sehingga semua fungsi sel saraf motorik, kemamp kognitif hingga fungsi lain dapat kembali secara semula.

Stroke sendiri merupakan kondisi aliran darah yang menuju ke otak terhalang pembekuan. Pembekuan itu berupa sumbatan – sumbatan yang ada di pembuluh darah.

Dalam stroke bukan hanya sekedar pembekuan semata, namun juga adanya pembuluh darah yang ada di otak pecah. Hal ini dapat diakibatkan adanya sumbatan pada pembuluh darah dan hipertensi / tekanan darah tinggi.

Pesan Sekarang :

Propolis Stroke

Propolis Jantung

Propolis pembuluh darah

Fisioterapi Stroke Di Rumah

Fisioterapi menjadi pengobatan yang paling dianjurkan untuk mengobati stroke. Fisioterapi sendiri ialah jenis terapi upaya untuk membantu pasien stroke dalam menjalani rutinitas dan bertujuan supaya fungsi otak masih bisa dipertahankan seperti sedia kala.

Fisioterapi dapat langsung dilakukan pada jangka waktu 24 – 48 jam / sesuai dengan anjuran dokter, terhitung setelah pasien mengalami serangan stroke. Ada satu syarat untuk fisioterapi ini, yaitu kondisi pasien harus stabil dan mampu menjalani fisioterapi. Kemudian fisioterapi dapat dilakukan di tempat tidur dengan memperkuat terlebih dahulu semua syaraf motorik.

Di samping fisioterapi sebagai terapi stroke di rumah, terdapat beberapa faktor yang menjadi penentu atas keberhasilan dari fisioterapi. Faktor itu antara lain sebagai berikut :

  1.    Dukungan keluarga
  2. Kemauan pasien untuk sembuh dan melakukan fisioterapi secara rutin
  3. Jenis fisioterapi harus disesuaikan terhadap kondisi pasien.
  4.     Kesadaran diri untuk menjalani gaya hidup sehat serta berhenti merokok.

Baca juga :

Penyebab dan Pilihan Terapi Stroke Cepat Sembuh

Pilih Terapi Stroke Alternatif yang Sesuai dengan Penyebabnya

Metode Terapi Stroke Alami yang Paling Ampuh

Hal Hal Yang Perlu Dilakukan Oleh Pendamping Dalam Terapi Stroke

Terapi stroke bukan hanya sekedar tentang terapi yang melibatkan penderita, namun juga melibatkan minimal seorang pendamping. Sebagai pendamping pasien stroke, ada beberapa hal yang harus dilakukan yaitu :

  1. Saat menjalani terapi stroke, pasien harus didampingi

Untuk hal ini tidak hanya berlaku bagi terapi di rumah, namun terapi di rumah sakit maupun klinik. Dengan didampingi minimal 1 orang, dapat dijadikan sebagai penyemangat untuk sembuh. Pendamping bukan hanya dari keluarga, tetapi juga teman.

Saat mendampingi, sebaiknya juga membantu dalam tenaga ahli saat melakukan terapi. Seperti membantu bergerak dan menyangga pasien ketika berdiri.

  1. Mengajak pasien supaya mau untuk bergerak

Menggerakkan tubuh tidak hanya dilakukan ketika melakukan fisioterapi untuk stroke dan terapi lain, tetapi dilakukan setiap saat. Setiap hari / setiap saat ajak dan bimbing pasien untuk menggerakkan sendi – sendi tubuh secara rutin. Sehingga tubuh tidak terasa kaku.

Contoh gerakan yang dapat dilakukan meliputi melakukan gerakan menekuk dan meluruskan tangan serta kaki beberapa kali. Cara tersebut mampu merangsang sel otak agar dapat menggerakkan beberapa bagian tubuh.

  1.   Membantu untuk berlatih menelan makanan

Beberapa penderita stroke mengalami kesulitan untuk mengunyah dan menelan makanan. Karena itu sebaiknya tidak membiasakan diri bagi pasien untuk makan dengan cara mudah. Saat memberikan pasien makan, sebaiknya posisikan tubuh pasien untuk duduk secara tegak lurus dengan sudut 60° – 90° C.

Saat menyuapi pasien, berikan arahkan supaya memutar kepala dan menekuk leher. Sehingga pasien dapat menelan makanan dan tidak kesulitan untuk bernafas.

  1.   Membantu berlatih berjalan

Hal ini khusus untuk kondisi pasien yang mempunyai kelemahan pada anggota tubuh bagian bawah. Kondisi semacam ini, akan membuat pasien lumpuh. Sehingga harus melatih otot kaki dengan berjalan, baik itu menggunakan tongkat / merambat. Selain membantu untuk berlatih berjalan, dapat pula berlatih berdiri terlebih dahulu untuk melatih keseimbangan tubuh.

Pada penggunaan tongkat harus disesuaikan dengan kondisi pasien / penderita stroke. Untuk tongkat dengan kaki 4 dan dilengkapi roda khusus untuk pasien yang sama sekali tidak mampu mengangkat tongkat. Sehingga cukup dengan mendorong. Tongkat juga dilengkapi dengan rem jadi tingkat keamanan dan keselamatan terjaga.

Ada pula tongkat yang dilengkapi dengan kursi lipatan. Fungsi tongkat ini sangat efektif untuk melakukan terapi secara keras dan dalam kurun waktu lama. Sehingga jika pasien merasa lelah dapat duduk terlebih dahulu selama beberapa menit.

Pada saat berlatih berjalan, sebaiknya hindari berjalan di lantai. Tetapi di tanah, rumput dan batu alam. Dengan ini dapat merangsang syaraf kaki.

  1.   Mengajak berkomunikasi

Meskipun penderita stroke mengalami kesulitan untuk berkomunikasi, bukan berarti memutus komunikasi sama sekali. Namun tetap harus mengajaknya untuk berkomunikasi. Hal yang perlu dikomunikasikan adalah hal yang ringan.

Meskipun mengalami kesulitan berkomunikasi, bukan berarti penderita stroke tidak mengerti sama sekali apa yang dibicarakan. Penderita stroke pada dasarnya memang mengerti semua yang dibicarakan, hanya saja mempunyai kesulitan untuk memberikan respon.

Bagi penderita stroke juga harus dilatih berkomunikasi sesuai dengan kemampuannya. Misalnya dengan memberi kode yang berupa gerakan ringan dan secara perlahan, seperti bola mata maupun jari. Dapat pula melatih untuk berbicara meskipun hanya sepatah kata. Jadi tidak ada lagi alasan untuk memutus komunikasi.

  1.   Melatih daya pikir dan ingatan

Ada beberapa penderita stroke yang mempunyai kemampuan lemah untuk mengingat. Maka dari itu berikan informasi secara rutin, seperti hari, jam, tanggal, tahun, nama orang yang disekitar beserta umur / pekerjaan dan lain sebagainya. Dengan ini membuat otak bekerja dengan aktif sehingga proses pemulihan dari stroke dapat lebih efesien.

  1.  Tidak menyediakan tempat tidur yang nyaman dan empuk

Semua orang pasti lebih memilih tidur di kasur yang empuk seperti kasur busa / spring bed. Namun khusus bagi penderita stroke sebaiknya hindari penggunaan kasur yang empuk dan nyaman. Karena jika tidur di kasur yang empuk justru dapat mengakibatkan kekuatan otot melemah.

Untuk pemilihan jenis kasur terbaik bagi penderita stroke, dapat melakukan konsultasi terlebih dahulu oleh dokter. Dapat pula membeli kasur kesehatan yang secara khusus didesign bagi penderita stroke.

  1. Menciptakan lingkungan nyaman bagi penderita stroke

Lingkungan yang aman bagi penderita stroke sama seperti penyandang disabilitas. Ada beberapa ketentuan yang harus dihindari dan dianggap berbahaya bagi penderita stroke, seperti keberadaan tangga untuk naik di lantai atas. Hal tersebut sangat tidak efektif dan nyaman bagi penderita stroke oleh karena itu harus disiapkan lift khusus / jalur khusus bagi penderita stroke. Sehingga tidak merasa kesulitan saat menuju lantai di atas.

Pada kamar mandi sebaiknya dilengkapi dengan kaset anti licin. Kondisi tempat tidur juga tidak terlalu tinggi dan tidak hanya diletakan di lantai. Karena sebagian besar penderita stroke mengalami gangguan berkemih sebaiknya menggunakan diapers / pampers lansia.

Selain terapi stroke di rumah, juga dapat didampingi dengan obat herbal propolis light. Propolis light ini menggunakan teknologi MPES / multi polar ekstrak system. Sehingga ekstraksi quercetin yang dihasilkan sangat lembut dan mampu meresap ke dalam pembuluh darah kapiler pada otak dan jantung. Hal ini membuat fungsi otak pada penderita stroke menjadi lebih baik.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *