Pilih Terapi Stroke Alternatif yang Sesuai dengan Penyebabnya

Pilih Terapi Stroke Alternatif yang Sesuai dengan Penyebabnya

sumber foto : .ui.ac.id

Terapi stroke alternatif belakangan ini kerap dijadikan pilihan pengobatan oleh para penderitanya. Segala jenis pengobatan alternatif bisa diberikan pada penderita stroke asalkan sudah terlebih dahulu melakukan konsultasi ke dokter. Biasanya dokter menganjurkan untuk melakukan pengobatan alternatif karena adanya masalah dalam gerakan, berpikir, koordinasi, atau keterbatasan lainnya. Meskipun sudah melakukan pengobatan, pasien harus tetap menjalankan gaya hidup sehat seperti mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang.

Pesan Sekarang :

Propolis Stroke

Propolis Jantung

Propolis pembuluh darah

Dengan pengobatan yang rutin, sebenarnya penderita penyakit stroke bisa saja sembuh total. Syaratnya, penyakit yang disebabkan oleh terganggunya pasokan darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke otak ini harus segera ditangani. Untuk menghindari penyakit tersebut, Anda harus mengetahui jenis stroke dan jenis pengobatan dari penyakit stroke.

Ciri-Ciri Penyakit Stroke

Penderita stroke sendiri pada dasarnya memang selalu membutuhkan orang lain di sampingnya. Pasalnya mereka akan membutuhkan bantuan saat ingin melakukan sesuatu. Terdapat tiga gejala stroke yang sangat mudah dikenali.

Pertama, salah satu sisi wajah terlihat menurun dan tidak bisa tersenyum. Hal ini dikarenakan mata dan mulut terkulai. Kedua, lengan terasa lemas atau mati rasa sehingga tidak kuat mengangkat salah satu lengannya. Ketiga, ucapannya tidak jelas dan sulit dimengerti bahkan tidak dapat bicara sama sekali meskipun dalam keadaan sadar.

Jenis Stroke Berdasarkan Penyebabnya

Sebagaimana sudah diketahui, pada dasarnya stroke merupakan penyakit yang disebabkan oleh terganggunya aliran pembuluh darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke otak. Berdasarkan penyebabnya, stroke dibagi menjadi dua jenis yaitu stroke iskemik dan stroke hemoragik. Untuk lebih jelasnya, simaklah penjelasan berikut ini!

  • Stroke Iskemik

Stroke iskemik merupakan jenis stroke yang disebabkan oleh adanya gumpalan darah pada pembuluh darah di otak. Akibatnya, pembuluh darah bisa menyempit bahkan tersumbat.

Dengan begitu, pasokan darah yang kaya oksigen dan nutrisi tidak akan memenuhi kebutuhan otak. Padahal adanya pasokan oksigen dan nutrisi tersebut merupakan kunci agar otak tetap hidup.

  • Stroke Hemoragik

Stroke hemorrhagic merupakan jenis stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah yang mengakibatkan perdarahan. Perdarahan pada otak ini dapat dipicu oleh beberapa kondisi yang dapat berdampak pada pembuluh darah.

Kondisi yang di maksud antara lain adalah hipertensi berlebih, pengobatan dengan pengencer darah, atau lemahnya dinding pembuluh darah. Stroke jenis ini dapat berdampak fatal bagi pengidapnya jika terlambat ditangani.

Baca juga :

Metode Terapi Stroke Alami yang Paling Ampuh

Hubungan Propolis dan Pembuluh Darah Beserta Manfaatnya

Propolis Darah, Getah Lebah yang Kaya Manfaat Bagi Kesehatan dan Kecantikan

Metode/Pengobatan Stroke Berdasarkan Jenisnya

Pengobatan yang diberikan kepada penderita stroke bergantung pada jenis stroke yang dialami. Sehingga, pengobatan antara strok iskemik dengan stroke hemoragik berbeda. Namun, kedua jenis stroke ini tetap bisa melakukan terapi alternatif stroke dengan mengantongi izin dari dokter. Bagi yang belum tahu, berikut ini macam pengobatan stroke berdasarkan stroke yang diderita.

Stroke Iskemik

Sejauh ini, jenis stroke iskemik merupakan kasus stroke yang paling banyak diderita oleh masyarakat. Penanganan darurat untuk jenis stroke ini paling lambat adalah 4,5 jam setelah stroke menyerang. Tujuan dilakukannya pengobatan stroke ini adalah untuk mengurai penyumbatan yang dapat mengganggu aliran darah menuju otak. Jenis pengobatannya ada tiga macam, yaitu:

  • Anti-Platelet

Ketika pembuluh darah pecah, maka keping-keping darah atau platelet akan berusaha membekukan darah untuk menutupi lukanya. Tetapi jika pembekuan darahnya terjadi pada pembuluh darah arteri maka dapat memicu terjadinya stroke.

Anti-platelet ini termasuk obat yang berfungsi sebagai pengencer darah. Penggunaan obat ini dapat mencegah terjadinya pembekuan darah yang disebabkan oleh keping-keping darah itu sendiri.

  • Anti-Koagulan

Sama seperti anti platelet, anti koagulan juga berfungsi untuk mencegah terjadinya pembekuan darah. Biasanya, jenis obat ini digunakan pada orang yang berisiko tinggi mengalami stroke. Jenis anti koagulan yang paling sering digunakan adalah heparin dan warfarin.

Selain mengencerkan darah, obat ini juga dapat mengurangi risiko stroke ulang di masa depan. Agar lebih optimal, pemberian obat ini biasanya dikontrol dengan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui faktor pembekuan darah.

  • TPA (Tissue Plasminogen Activator)

Untuk stroke iskemik ada juga jenis obat yang dilakukan dengan cara menyuntikan obat melalui tube tipis (kateter) ke pembuluh darah penderita. TPA (Tissue Plasminogen Activator) merupakan jenis obat yang paling sering digunakan dengan cara seperti ini.

Obat ini bekerja dengan cara menghentikan penyumbatan yang terjadi di otak. Sayangnya, jenis obat ynang ketiga ini hanya dapat bekerja efektif jika diberikan maksimal 4,5 jam setelah munculnya gejala stroke.

Stroke Hemoragik

Berbeda dengan stroke iskemik, pengobatan stroke hemoragik tidak melibatkan obat pengencer darah. Dalam kasus stroke ini, pemberian pengencer darah malah akan meningkatkan jumlah darah yang hilang dari otak. Tetapi, jika penderita diberikan obat pengencer darah pasti dokter akan memberikan obat lain untuk memperlambat tekanan darah. Dengan begitu, pendarahan di otak akan menjadi lebih lambat. Jenis pengobatan yang sering digunakan untuk stroke hemoragik antara lain adalah sebagai berikut:

  • Tindakan Operasi

Operasi biasanya dibutuhkan setelah seseorang terserang stroke pendarahan. Pengobatan stroke dengan tindakan operasi bukan hanya dapat memperbaiki kerusakan yang terjadi. Lebih dari itu, operasi juga dapat membantu mencegah masalah yang mungkin terjadi di masa depan.

  • Coiling

Apabila arteri yang rusak tidak dapat dijangkau dan diatasi dengan operasi, maka kateterisasi merupakan salah satu pilihan. Dengan kateter, dokter ahli bedah akan menggunakan teknik bernama embolisasi aneurisma atau lebih dikenal dengan coiling.

Setelah ahli bedah berhasil menemukan pembuluh darah yang pecah, mereka akan melepaskan gulungan kawat platinum ke area tersebut. Fungsi dari kawat platinum ini adalah sebagai jaring untuk gumpalan darah dan menutup lubang dari arteri lain.

  • Pemangkasan Aunerisma

Selain operasi dan coiling, dokter mungkin menawarkan untuk memangkas aunerisma penderita stroke. Pengobatan ini dilakukan dengan cara memasang penjepit permanen untuk mencegah terjadinya pendarahan lebih lanjut dan pecahnya pembuluh darah.

Pemangkasan aunerisma ini merupakan tindakan bedah yang biasanya disarankan jika teknik coiling dianggap tidak efektif. Tindakan pemangkasan ini memang dianggap lebih invasif daripada coiling.

Selain mencoba beberapa cara di atas, Anda juga bisa melakukan proses detoks pembuluh darah. Salah satu produk yang dapat digunakan untuk mendetoks pembuluh darah adalah Propolis Light. Propolis Light ini merupakan produk yang diproduksi dengan MPES (Multi Polar Extract System). Sistem MPES ini mampu menghasilkan molekul yang super lembut dan dapat terserap optimal sampai ke kapiler. Jadi, Anda bisa menggunakan produk ini untuk terapi alternatif stroke.

Di Indonesia sendiri, setiap tahunnya jumlah orang yang mengalami penyumbatan pembuluh darah mencapai dua juta orang. Dengan begitu, pencegahan sejak dini dianggap sangat perlu untuk meminimalisir jumlah penderita stroke di Indonesia. Jadi, tunggu apalagi? Lebih baik sadari sedari ini untuk mendetoks pembuluh darah agar terhindar dari beragam penyakit. Untuk mendapatkan produk Propolis Light, Anda bisa mengunjungi detoxpembuluhdarah.com.  Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *